bercanda yang berpahala

Standar

Oleh Ummu Salamah

Sering kali kita melengkapi khidupn ini dngn canda dan tawa. Trkadang kita mmerlukn penyegaran kembali stelah lama beraktifitas dn mnjalani berbagai kesibukan yang mlelahkn. Di saat itulah kita dapt melepaskan lelah dan penat dengan canda dan tawa. Hal itu kerap kali terjadi pada para wanita, terkadng bermula dari pmbicaraan bebrapa org (ngobrol) dan setelah itu timbul canda dan tawa (guyon).

Nmun prlu diwspdai, akankh canda trsebut mnimbulkan masalah atau tidk? Karena banyak masalah besar yang awalnya hanya diakibatkn krn bercanda yang berlebihan. Nah, me ngapa hal ini bisa terjadi? Kemung kinan ada ssuatu yg salh di dlmnya. Dlm agama Islam canda dn tawa ini diperboleh kan sebagaimana yang prnah dilkukn oleh Rsulullah shallal lahu ’alaihi wa sallam,

beliau pernah bercanda dngn isteri dan sahabat beliau. Oleh karena itu saudariku, kita perlu mengetahui bgaimana adab bercanda sehingga tidak menimbulkan masalah tetapi justru brpahala yaitu dengan mene ladani bgaimana adab brcanda yng Rasulullh shallallahu’alahi wa sallam ajarkan. Bercandalah dengan Niat yang Benar Saudariku mulailah dari niat yg benar ketika akn mengawali suatu amalan, setelah itu lakukan amaln trsebut sesuai dgn petunjuk dari Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallamtermasuk dalam brcanda. Perbuatan ini akan mejnadi sia-sia apabila tidak dilandasi dgan kedua syarat tersebut (niat yang lurus dan mengukuti petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam). Niat yang lurus maksudnya supaya ber smangat untuk mlakukan pkerjaan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat dan memperhatikan adab Rasulullah dalam bercanda. Jangan Berlebihan dalam Bercanda dan Tertawa Saudara/iku,

ketahuilah. Bercanda dan tertawa yng berlebihan dapat mengeraskan hati, serta dapat menjatuhkan kewi bawaan kita di hadapan orang lain. Jangan Bercanda dengan Orng yng Tidak Suka Bercanda Setiap orang mmpunyai sifat yang brbeda beda. Ada tipe orang yang suka bercanda namun juga ada orang yang serius atau tidak suka brcanda. Trkadang juga ada yg mmpunyai sifat perasa dan ada juga yangnyantai/ cuek. Mengenali sifat orng dalam bergaul apalagi dlam bercanda sangat diper lukan. Jngan sampai menempatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan temptnya shingga berlaku dhzolim trhadap saudara kita. Bisa saja dgn ucapn tersebut saudara kita mnjadi sakit hti, padahal kita tidk mnyadari akan hal tersebut. Saudariku, tidak dalam segala perkara kita boleh ber canda, ada hal-hal yang diharamkn kita bercanda yaitu:

1. Bercanda/ bermain-main dngan syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala Orng orang bermain-main atau me ngejek syari’at Allh atau Al Qur’an atau Rasulullah serta sunnah, maka sesungguhnya dia kafir kpada Allah Subhnahu waTa’ala. Allh berfirman, yang artinya, “

Dan jika kamu tanyakn kpd mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulh mreka akan menjawab, Ssungghnya kmi hnyalh bersendau gurau dan bermain-main saja. Kata kanlah apakah dengan Allah, ayat ayat-Nya dan rasul-Nya kamu slalu berolok-olok ?

Tidk usah kamu mminta maaf, krna engkau telah kafir sesudah beriman (Qs. At Taubah: 65-66). Ayt ini turun berkaitan dengan seorang laki-laki yang mengolok-olok dan berdusta dengan mengatakan bhw Rsulullah dan shahabatnya adalah orng yang paling buncit perutnya, pengecut dan dusta lisannya. Padahl laki-laki ini hanya bermaksud untk brcanda saja. Nmun bercanda dgn mngolok olok atau mengejek syari’at agama dilarang bahkan dapt menjatuhkan pelakunya pada kekafiran.

2. Brdusta saat brcnda Ada sbgian orang yang mremehkan dosa dusta dalam hal bercanda dengan alasan hl ini hnya guyon saja utk mncairkn suasana. Hal ini telah di jawab oleh sabda Rasulullahshallallahu ’alaihi wasallm, Aku mnjamin sbuah taman di tepi surga bagi orng yng mening galkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah Surga bagi org yang meninggalkan dusta meskipun ia bercanda, dan istana di bagian atas surga bg sorng yag baik akhlaknya.
(HR. Abu Daud)

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam juga bercanda, namun tetap jujur serta tidak ditambahi kata-kata dusta. Bliau bersabda, Sesung guhnya aku juga brcanda, dan aku tidak mngatakan kcuali yang benar. (HR. At-Thabrani dalam Al-Kabir) Dlm hadits lain Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam bersabda, Celakalh seorang yang brbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia. (HR. Ahmad).

Dusta dlm bercanda bahkan sering ditemui bahkan dijadikan tontonan seperti lawak yng dijadikan sebagai hiburan di televisi dan sepertinya sudah akrab dn tidk lgi disalahkan. Padahal hal tersebut bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Nabishallallahu ’alaihi wa sallam. Apabila kita mau merenungi hadits dari Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallammaka tentunya kita tidak akn brani untuk berdusta sekalipun dalam bercanda.

3. Menakuti-nakuti seorang muslim untuk bercanda Tidak diprbolehkan menakuti seorang muslim baik srius atau bercanda. Bayangkan apabila kita mmbuat terkejut seseorang, pa daha bliau mmpunyai sakit jantung. Prbuatn ini dapt mmbuat mudharat yg lebih besar, yaitu dapt mndadak meninggal dengan sebb perbuatan tersebut. Perbuatan ini tidak boleh dilakukan, Rasulullh shallallhu alaihi wa sallam bersabda,

Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudranya baik brcanda ataupun bersungguh sungguh, barangsiapa mengambil tongkat saudaranya hendaklah ia mengembalikan.”(HR. Abu Daud).

4. Melecehkan kelompok tertentu Ada juga orng yg bercanda dengab mengatakan Hai si hitam

dengan maksud menjelek-jelekkan penduduk dari daerah tertentu yng asal kulitnya adlh hitam. Hal ini tidk diperbolehkan sesuai dngan firman Allah Ta ’ala, yang artinya,

Hai org org yng beriman, janganlah skumpuln org laki-laki merendahkn kumpulan yang lain, boleh jadi yng ditertawakan itu lebih baik dari me reka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpuln lainnya, boleh jadi yng direndahkan itu lebih baik. Dan jgn suka mencela dirimu sendiri dan jngn memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adlah panggilan yg buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orng org yg zhalim (Qs. Al Hujuraat: 11) Yang dimaksud dengan Jngan suka mencela dirimu sendiri, ialh mencela antara sesama mukmin, sbab orang orang mukmin seperti satu tubuh.

5. Menuduh manusia dan berdusta atas mereka Misalnya seorang ber canda dgn shabtnya lalu ia mncela, mnuduhnya atau mnsifatinya dngn perbuatan keji. Seperti seseorang berkata kepada temannya, Hai anak zina. Tuduhan ini bisa mnyebabkan jatuhnya hukum, karena menuduh ibu dari anak tersebut tlh mlakukan zina. Bercandalah kepada Org yang Membutuhkan Bercandalah kepada anak- anak sprti yg prnh dilakukan Rasulullh shallallhu alaihi wa sallam. Anas bin Malik radhiyallahu anhu meriwayatkan bhw Nabi shallallahu alaihi wasallm bersbda. kepadanya, Hai dzul udzunain (whai pmilik dua telinga). Dari hadits ini dapat kita lihat bahwa Rasulullah tidk pernah berdusta walaupun dalam keadaan bercanda dan beliaulah orang yang paling lembut hatinya. Saudariku, semoga Allah menjaga kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat dn dpat menjadikan setiap detik kita amalan yg diberkahi. Wallohul musta an. *) Diringkas dari bukuPanduan Amal Sehari Smalam pada bab. Bercanda Boleh Saja, Tetapi…dengan sedikit prubahan dan tambahan dari kitab Al Irsyad oleh Ummu Salamah.

repost from :
http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/02/07/bercanda-yang-berpahala/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s